Berburu Dan Usir Hoaks Dengan Aplikasi

  amiktegal
  4 months ago
  179
Berburu Dan Usir Hoaks Dengan Aplikasi Image

Berburu Dan Usir Hoaks Dengan Aplikasi

Maraknya peredaran kabar bohong atau hoaks di internet belakangan ini sangat massif dan mengkhawatirkan. Tak sedikit pula pihak yang terganggu dirugikan akibat hoaks yang berseliweran di lini masa di sejumlah media social. Melalui aplikasi, fenomena itu ingin dihadang.

OLEH WISNU DEWABRATA

Berangkat dari kondisi seperti itu, tiga mahasiswa sekolah tekhnik elektro dan informatika institute teknologi bandung (STEI ITB), Adinda budi kusuma putra (21), Tifani warnita (21), ketiganya angkatan 2013, memilih tak tinggal diam.

Mereka putar otak dan mencari cara bagaimana meredam peredaran hoaks, yang bahkan sudah pernah mereka alami sendiri sangat merugikan. Ide awalnya sederhana, walau proses perancangan dan pembuatanya tak semudah itu.

Menurut mereka, orang sebetulnya hanya butuh setidaknya pegangan untuk memastikan satu kabar yang mereka terima dari internet mengandung unsure hoaks atau tidak. Dengan bekal itu, mereka kemudian dapat menyaring dan meredam peredaran kabar palsu tadi agar tak semakin meluas.

“Seringnya banyak orang, termasuk kami, tahu kalau satu tulisan atau foto itu hoaks lantaran itu isinya mencurigakan dan tak masuk akal. Namun, untuk bisa mengatakan dan memastikan itu akan tetap harus diverifikasi. Biasanya kesulitan dimulai dari situ. Tak semua orang punya cukup waktu dan bahan untuk memverifikasi. Dari sana kami punya ide untuk membuat semacam hoax analyzer”, ujar Adinda saat temui dikampusnya. Kamis(11/5).

Adinda juga memaparkan sedikit pengalaman dan kecemasannya berurusan dengan hoaks, satu waktu mereka bertiga, yang masih satu angkatan di fakultas, mengikuti acara kunjungan resmi kampus kesejumlah perusahaan di Jakarta. Sialnya acara kunjungan itu berbarengan dengan kejadian serangan bom kelompok teroris di kawasan sarinah, Jakarta.

“kami ketika itu takut dan bingung. Cemas bagaimana nanti caranya pulang. Apalagi ada satu kawasan disebut akan diserang teroris. Padahal, kami rencananya berkunjung kesalah satu perusahaan di area itu. Semua serba tidak pasti ditambah semakin banyak hoaks bermunculan di akun-akun medsos (media sosial)”.

Berangkat dari sejumlah kegelisahan itu, ketiganya lalu merancang satu program perangkat lunak aplikasi untuk menganalisis kadar hoaks dalam satu tulisan. Tak hanya itu, mereka juga merancang agar aplikasi itu bisa dengan mudah, cepat, dan terutama akurat saat diakses digunakan.

Sumber fakta

            Berbeda dengan model aplikasi pengecekan hoaks lain,yang menggunakan metode crowd sourcing di mana peserta atau anggota bisa saling melaporkan dan memvertifikasi langsung satu hoaks, aplikasi penganalisis hoaks (Hoaks Analyzer) buatan tiga mahasiswa cerdas dan kreatif ini bekerja dengan menganalisis kebenaran dari pernyataan atau informasi berdasarkan sumber fakta yang beredar di internet.

            Menurut Adinda, proses pengecekan aplikasi rancangan mereka itu menggunakan dua perkakas (tool) teknologi yang sudah ada, Natural Language process sing (NLP) dan machine learning. Perkakas teknologi pertama memungkinkan bahasa yang digunakan manusia sehari-hari bisa dikenali dan dipahami komputer, sementara perkakas teknologi kedua memungkinkan komputer mempelajari data yang ada.

            Logikanya, semakin kaya sumber situs dan basis data acuan mereka, akan semakin tinggi tingkat akurasi analisisnya terhadap hoaks yang ada. Dalam pertemuan, Adinda juga memdemonstrasikan penggunaan aplikasi buatan mereka dengan mengecek kabar terkait konflik seputar ojek dan taksi berbasis aplikasi dengan pengemudi konvensional di bandung, jawa barat.

Pengusir hoaks

            Koordinator masyarakat anti-fitnah Indonesia (mafindo) Jakarta astari yuliarti mengatakan, pihaknya juga menyediakan aplikasi pengusir hoaks, turun back hoax (TBH), yang sekaligus menjadi semacam basis data hoaks yang beredar di Indonesia. Aplikasi berbasis web dan bermetode crowd sourcing ini dibuat relawan mafindo, khairul anshar, dan dikenalkan kepada public pada desember 2016.

            “saat ini, aplikasi TBH baru tersedia dalam format berbasis situs web, http://data.turnbackhoax.id/#/home, yang juga bisa diakses dari desktop ataupun mobile phone. Versi android daniphone. Versi android iphone masih dalam pengerjaan,”ujarnya saat dihubungi lewat telepon.

            Metode crowd sourcing memungkinkan orang melaporkan sekaligus memverifikasi satu hoaks. Semakin banyak pelaporan dan verifikasi, basis data aplikasi semakin kaya. Model klasifikasi TBH, tambah astari, juga mengikuti pola verifikasi yang diterapkan kelompok pemburu dan penghancur hoaks berakun di facebook.

            Ketika seorang pengguna mengirim laporan dugaan hoaks ke aplikasi TBH, Penggunaan lain bisa memverifikasi laporan itu dengan mencantumkan bukti di kolom komentar. Proses itujuga di pantau moderator atau administrator yang berwenang mengunci laporan setelah tercapai kesimpulan akhir.

            Hingga April 2017 adasekitar 2.000 laporanhoaks yang masuk, sekitar separuhnya sudah terversifikasi. Kebanyakan di dominasi isu politik terkait pilkada,”katanya

Kompas, Minggu, 21 MEI 2017

 

Post a comment

Error: You must be logged in to leave comments. Please login by clicking here.

No comment is found.