Putus Mata Rantai Berita Hoaks

  amiktegal
  2 months ago
  129
Putus Mata Rantai Berita Hoaks Image

Putus Mata Rantai Berita Hoaks

PENGGUNAAAN MEDIA SOSIAL DIHIMBAU PROAKTIF LAPORKAN PELANGGARAN

Kompas, Kamis 4 Mei 2017

Ini merupakan agenda besar dari Proyek Jurnalisme Facebook yang dimulai sejak awal 2017,” kata Kepala Kementrian Jurnalistik Facebook Aine Kerr dalam kunjunganya ke Jakarta, Rabu (3/5). Kerr datang sebagai salah satu narasumber dalam Word Press Freedom Day 2017.

Tim Facebook menjadwalkan menggelar lokakarya dengan media-media di Indonesia pada Mei ini. Kegiatan inilah akan dilaksanakan di India dan Filipina. Tujuannya agar facebook media sosial memiliki kerja sama kuat dengan para penyedia berita yang akurat.

“Setiap kali pengguna facebook membuka lamanya, akan muncul situs-situs berita berkonten sesuai minat pengguna tersebut. Tugas Facebook adalah memastikan situs-situs berita tersebut adalah benar, akurat dan bukan situs palsu.” Ujarnya.

Kerr mengatakan, situs palsu adalah situs yang menampilkan judul berita heboh, tetapi ketika diklik ternyata menjebak pengguna untuk masuk ke laman iklan. Judul lainya adalah situs-situs yang menyebarkan berita bohong serta ujaran kebenciaan. “Kami ingin memutus mata rantai peredaran tautan situs-situs itu didalam laman Facebook,” katanya.

Sebagai bagian dari proyek terebut, di Amerika Serikat sejak taun lalu Facebook mengadakan uji coba bekerja sama dengan empat kantor berita serta lembaga pemverifikasi fakta. Situs-situs yang mencurigakan dilaporkan oleh pengguna Facebook keabsahnya. Apabila terbukti situs itu penyebar berita palsu ataupun spam, Facebook akan menandainya dengan peringatan kepada pengguna bahwa situs itu berisi informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenaraaanya.

“Kami tidak berhak melakukan sensor, tetapi mendidik pengguna mengenai situs-situs berbahaya. Harapanya, pengguna bijak untuk tidak menyebar situs-situs berita palsu,” ujarnya.

PROAKTIF

Manajer Komunikasi Kebijakan Facebook Asia Pasifik Clare Wareing mengatakan, di setiap negara, Facebook bekerja sama dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat lokal untuk membuat gerakan literasi digital. Di Indonesia, mitra merekla adalah Sudah Dong Think Before You Share, dan Yayasan Cinta Anak Bangsa.

Ia mengatakan, Facebook melarang menggunaya menggungah berita palsu, ujaran kebencian dan kekerasan. Namun, Facebook tidak bisa bekerja sendiri dalam mengawasinya. “Para pengguana harap segera melaporkan akun-akun penyebar kebencian dan berita palsu agar Facebook bisa mengambil tindakan. Masyarakat hendaknya proaktif mengawasi,” ujarnya.

Dalam diskusi penguatan media siber dari hoaks dalam rangka Hari Kebebasan Pers Sedunia pada Hari Senin (1/5), Direktur New Media Watch Agus Sudibyo mengatakan, peusahaan media baru atau media soasial harus turut bertanggung jawab atas konten yang disebarkan dimedianya. Tanggung jawab itu melingkupi pencegahan hingga penindakan.

Tanggung jawab hukum itu dimulai dengan membangun unit anti hoaks. Kalu informasi itu benar hoaks, perusahaan sosial harus mencopotnya. Kalau pelanggaran itu tidak diatasi dalam batas waktu tertentu, perusahaan bisa dikenai denda. Jerman, misalnya sedang menyusun proposal seperti itu dan kemungkinan diberlakukan pada juni mendatang. (DNE/VDL).

 

Post a comment

Error: You must be logged in to leave comments. Please login by clicking here.

No comment is found.