TAK LAGI BISA SEMBUNYI

  amiktegal
  11 months ago
  350
TAK LAGI BISA SEMBUNYI Image

TAK LAGI BISA SEMBUNYI

Menyiasati “Kiamat” dan “Kutu”

Akhir-akhir ini media barat kerap menggunakan istilah “retail apocalypse” Untuk mendeskripsikan dampak perubahan pola consumer spending terhadap model bisnis toko retail brick and mortar. Terdengar kontroversial, bahkan mengerikan bagi sebagian orang. Benarkah bisnis retail sedang menjemput senjanya lebih awal?

            Yang jelas di Amerika Serikat, korban korban “Kiamat” retai ini mulai berjatuhan. Beberapa peritel ternama, seperti Toys R Us, Macy’s, dan Sears, satu persatu tumbang atap megap-megap bertahan. Kenyataan itu seakan menguatkan ramalan tentang usainya peran gerai atau took fisik.

            Meski took-toko online atau e-commerce yang sukses, seperti Amazon dan Alibaba, disebut-sebut sebagai factor utama yang mengubah lanskap bisnis brick and mortar. Namun jangan lupakan factor-faktor seperti persaingan pustat perbelanjaan, perubahan pola consumer spending dan yang pasti, kemajuan teknologi mobile.

            Tak ingin terjungkal di awal transformasi digital, para peritel mati-matian melancarkan aneka strategi, mislnya memberi pengalaman belanja yang berbeda dengan  belanja online, menawarkan harga lebih murah di gerai offline, memadukan kelebihan took fisik dan maya dan lain-lain.

            Jika kata apocalypse begitu menakutkan bagi bisnis, akankah “kutu” pada software atau software bug memperoleh perhatian perusahaan? Isu bug pada software mungkin terlihat sangat kecil atau spele di tengah isu-isu persaingan bisnis masa kini. Namun ternyata berpotensi merugikan bahakan menjungkalkan bisnis dalam sekejap mata.

            Anda tentu tak ingin si kutu mengganggu libur akhir tahun yang indah ini, bukan? Nah, mungkin Anda perlu menyimak sejenak Cover Story InfoKomputer edisi Desember ini tentang pengalaman Citilink dan Bukalapak dalam menghadapi si kutu pengganggu bisnis. Di halaman lain, kisah sukses para peritel dalam memanfaatkan teknologi mungkin juga bias menjadi “bahan melamun” di akhir tahun.

Post a comment

Error: You must be logged in to leave comments. Please login by clicking here.

No comment is found.