Teknologi Dorong Efisiensi

  amiktegal
  4 months ago
  182
Teknologi Dorong Efisiensi Image

Teknologi Dorong Efisiensi

TEKNOLOGI DORONG EFISIENSI

Bisa Mendekatkan Produsen dengan Konsumen

KOMPAS, RABU, 19 APRIL 2017

JAKARTA, KOMPAS – Penerapan teknologi komunikasi dan informatika di dunia industry menjadi kunci. Penggunaanya tidak hanya untuk efisiensi ongkos prosuksi, tetapi juga untuk mendekatkan produsen dengan konsumen. Di Indonesia,sudah ada sector yang menerapkannya.

Sector diindonesia yang telah menggunakan teknologi komunikasi dan informatika adalah elektronik, otomotif serta makanan dan minuman.

“di era globalisasi, perdagangan barang dan jasa makin tidak terbatas. Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informatika dapat mendorong produktifitas, efisiensi dan daya saing industry. Teknologi dapat membuat penghematan sehingga produk dapat lebih murah,” kata mentri perindustrian Airlangga Hartato dalam lokakarya “industry 4.0 Implementation in Indonesia,” Selasa (18/4), dijakarta

Airlangga mengatakan belum semua sector industry diindonesia menerapkan teknologi komunikasi dan informatika atau sistem digital kedalam proses produksi.

Melalui digitalisasi industry satu jalur produksi tidak hanya membuat satu macam produk, tetapi bisa membuat beberapa macam produk, seperti jalur produksi di industry otomotif yang dapat memproduksi 3-4 tipe kendaraan. Demikian pula jalur produksi pada pembuatan telepon genggam, makanan dan minuman, serta industry petrokimia.

“dengan digitalisasi, produksi dan proses otomatisasi melalui computer atau telepon pintar dapat digabungkan sehingga proses produksinya dapat diputuskan dengan cepat. Namun, tantanganya, teknologi selalu dikaitkan dengan mengurangi tenaga kerja,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, penerapan teknologi komunikasi dan informatika di industry tidak sertamerta mengurangi tenaga kerja. Ia mencontohkan, di industry makanan dan minuman, meskipun pencampuran mulai dilakukan secara otomatis, proses pengemasan tetap menggunakan tenaga kerja manusia.

Daya Saing

Di balik itu semua, Airlangga menggaris bawahi pengelolaan volume data yang besar (big data) sebab, kata Airlangga, dalam data tersebut terekam informasi antara operator mesin dan mesin maupun antara produsen dan konsumen. Melalui teknologi komunikasi dan informatika, keinginjan konsumen dapat segera ditanggapi secara personal oleh produsen.

Kementerian Perindustrian mendorong usaha mikro , kecil, dan menengah (UMKM) bergabung dengan laman pemasaran (market place) yang telah berkembang di Indonesia. Dengan demikian, pasar semakin luas.

Di dalam lokakarya, pendiri dan CEO Knowledge-raven management dari Jerman Kai Mertins mengatakan, inovasi menjadi titik kritis dalam mempertahankan dan meningkatkan daya saing industry saat ini. “ populasi di Indonesia sangat besar dengan pengguna internet tinggi,” kata Mertins.

Saat ini, lanjut Mertins, dunia memasuki revolusi industry yang keempat dengan digitalisasi disemua rantai pasok industry. Namun, mengambil contoh riset Jerman pada pada 2015, sekitar 72 persen perusahaan berukuran menengah telah melihat transformasi digital sebagi tantangan utama. Akan tetapi 55 persen diantaranya tidak mewmiliki satrategi khusus untuk menerapkan digitalisasi sehingga berpotensi tersingkir dari pasar. ( NAD)

Post a comment

Error: You must be logged in to leave comments. Please login by clicking here.

No comment is found.